TuBideos



Title:Inilah Wajah Para Pelaku Bom Bunuh Diri di Surabaya, Mungkin Anda Kenal atau Berteman di FB
Duration:00:01:27
Viewed:2,391,067x
Published:13 May 2018
Source:Youtube
Like This ?:

Inilah Wajah Para Teroris Bom Gereja di Surabaya, Perhatikan Baik-Baik, Mungkin Anda Kenal


Polisi akhirnya bisa mengetahui siapa pelaku serangan bom di tiga gereja di Surabaya, Minggu (13/5/2018). Serangan bom di gereja di Surabaya ini dilakukan oleh satu keluarga.

Kapolri Tito Karnavian: bom di Surabaya dilakukan satu keluarga Dita Supriyanto asal Rungkut, Surabaya.

Tito menuturkan, Dita menyerang Gereja Pantekosta Jl Arjuno. Dia naik mobil Avanza dan menabrakan ke gereja dan terjadi ledakan.

Bom berada di dalam mobil. "Ledakan di gereja Jalan Arjuno yang paling besar," jelas Tito.

Selanjutnya, istrinya Puji Kuswati dan dua anaknya meledakkan bom di GKI Jl Diponegoro.

Dia datang ke gereja jalan kaki bersama dua anak perempuannya, yakni Fadilah Sari (12) dan Pemela Riskika (9).

Puji bersama dua anak perempuan masuk ke gereja membawa bom ditaruh di pinggang.

Sedangkan di Gereja Santa Maria Tak Bercela Jl Ngagel Madya, bom bunuh diri dilakukan oleh dua anak laki-laki Dita.

Yusuf Fadil (18) dan Firman Halim (16). Keduanya membawa bom dengan cara dipangku.

Mereka masuk ke gereja naik motor dan memaksa masuk, kemudian bom meledak dan tewas.

Tribunnews bogor melaporkan kesehariannya keluarga ini dikenal tertutup dan jarang bergaul dengan tetangga sekitar.

Mereka yang tinggal di Wisma Indah Jalan Wonorejo Asri XI Blok K Nomor 22 dikenal tertutup.

di media sosial, istri dari Dita cukup aktif unggah foto-foto anak mereka, setidaknya pada 2 tahun lalu.

akun diduga milik Puji Kuswati kerap unggah foto-foto terutama anak bungsunya, Famela Rizqita.

Ia terakhir mengunggah di akun Facebook-nya pada 2014 lalu.

dari rekam jejak beranda Facebook-nya, Puji juga pernah menulis status soal kehidupannya.

ia sering menulis status soal nasihat berbau islami, dan membahas soal kehidupan setelah kematian.

"Kesulitan di dunia tidak ada apa apanya dibandingkan kesulitan di negeri akherat. Yang memudahkan kita adalah kedekatan kita dengan ALLAH."

"Selalu mengigat ALLAH dan hari esok harus lebih baik. itulah moto bujang kecilku. Smg ALLAH menguatkanmu nak..."

"Banyak orang baik tapi kebaikanya hanya untuk dirinya sendiri bukan untuk ALLAH"

"Tidak diciptakan dua hati dalam satu wadah. Dan telah ditetapkan bahwa konsumsi hati adalah nilai nilai kebenaran dari ALLAH, jadi jika hati(qolbu) diberikan konsumsi selain nilai nilai kebenaran dr ALLAH maka ia akan bocor, tergoncang dan akhirnya rusak. Raih cinta dari ALLAH dg memberi konsumsi qolbu yg benar."



Kronologi Pengeboman di GKI Jalan Diponegoro

(1) Puji Kuswati dan dua anaknya, Fadilah Sari (12) dan Pemela Riskika (9) berjalan kaki dari arah utara menuju Gereja Kristen Indonesia sekitar pukul 08.15 WIB.

(2) Mereka mencoba masuk ke gereja dengan memakai pakaian hitam dan becadar.

(3) Hal mencurigakan itu tercium satpam gereja, Yaseyas. Ia mencoba menghalangi Puji Kuswati masuk gereja.

(4) Ledakan pertama pun terjadi di daerah parkir depan gereja. Suaranya tak begitu keras. Kepulan asap kecil tampak di sana. Bom diletakkan dipinggang.

(5) Mulyanto, juru parkir di lokasi, mencoba mendekat. Yaseyas tampak sudah terkapar dan bersimbah darah. Ia pun tiba-tiba menjauh.

(6) Ledakan kedua kembali meledak lima menit setelahnya. Intensitas ledakan sama dengan yang pertama. Ketiga korban juga sudah terkapar dengan tubuh rusak.

(7) Polisi dilaporkan datang beberapa saat setelah itu. Lokasi disterilkan kemudian dengan radius sekitar 100 meter dari lokasi.

(8) Pukul 10.45 WIB, Jihandak meledakan satu bom sisa. Intensitasnya kurang lebih sama dengan kedua bom sebelumnya.

(9) Satpam yang terluka dievakuasi lebih dulu ke rumah sakit. Sementara jenazah tiga pelaku masih di lokasi hingga pukul 18.45 WIB.

(10) Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, dan Presiden Joko Widodo bergantian datang mengecek GKI.

SHARE TO YOUR FRIENDS